Petinggi Twitter Pencinta Batik Mengundurkan Diri

Chief Operating Officer (COO) Twitter, Adam Bain, mengundurkan diri dari perusahaan mikroblog tersebut. Hal itu diketahui dari sebuah dokumen yang dilaporkan Twitter ke situs pemerintah AS pada 9 November kemarin.

Dokumen mengatakan bahwa sang eksekutif yang merupakan pencinta batik tersebut angkat kaki dari Twitter. Posisinya digantikan Chief Financial Officer, Anthony Noto, sebagaimana dikutip KompasTekno dari dokumen tersebut, Kamis (10/11/2016).

Dengan ini, Noto mengambil alih semua tanggung jawab sebagai COO sekaligus CFO secara bersamaan untuk sementara waktu. Tugasnya sebagai COO berkaitan dengan penjualan iklan global, data, pengembangan bisnis, kemitraan global, serta pendapatan produk.

Mengepalai dua kaki sekaligus, Twitter sadar bahwa Noto tak bakal fokus. Layanan berlogo burung biru itu mengatakan, posisi tetap Noto nantinya bakal jadi COO. Posisi CFO sendiri akan diisi orang baru yang masih dalam tahap pencarian.

oik yusuf/ kompas.com
Presiden Global Revenue Twitter Adam Bain ketika berbicara dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (29/8/2014)

Baca: Bos Baru Twitter Ternyata Penggemar Batik Indonesia

Bain belum siapkan sekoci

Selain dari dokumen Twitter, pengunduran diri Bain diketahui pula dari status Twitter-nya. Bain tak mengungkap apa rencananya setelah hengkang dari Twitter.

Status itu cuma mengindikasikan bahwa ia ingin membuktikan kebolehannya melakukan hal baru di luar Twitter.

10 Nov
adam bain @adambain
so…I have some news
Follow
adam bain @adambain
After 6 years and a once-in-a-lifetime run, I let Jack know that I am ready to change gears and do something new outside the company.
5:04 AM – 10 Nov 2016
414 414 Retweets 1,338 1,338 likes

Menurut sumber dalam, Bain mengatakan kepada jajaran pemimpin Twitter bahwa dia tak bakal bekerja di perusahaan kompetitor semacam Facebook. Bain, kata sumber itu, memang bakal memiliki “mainan baru”, tetapi tak buru-buru.

Bain agaknya masih mau mengambil jeda untuk istirahat, sebagaimana dilaporkan Cnet dan dihimpun KompasTekno.

Bain sendiri bergabung di Twitter sejak enam tahun lalu. Ia termasuk tim awal yang bergabung di perusahaan tersebut dan turut merasakan jatuh bangunnya perusahaan.

Kepergian Bain menjadi kehilangan besar bagi Twitter. Menurut sumber, ia adalah salah satu talenta paling bersinar di Twitter dan paling banyak disukai pegawai lainnya.

Pada pertengahan tahun lalu, Bain bahkan digadang-gadang sebagai kompetitor kuat Jack Dorsey untuk menjadi CEO menggantikan Dick Costolo. Bain sejatinya membuat kicauan panjang soal kepergiannya. Anda bisa mengeceknya di sini.

Iklan

Tokopedia Stop Penjualan iPhone “BM”

Situs jual beli Tokopedia melarang penjualan empat seri smartphone Apple, yakni iPhone 6s, 6s Plus, 7, dan 7 Plus yang selama ini beredar sebagai produk black market atau BM, karena belum dijual secara resmi oleh Apple di Indonesia.

Pelarangan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepatuhan Tokopedia terhadap pemberitahuan resmi dari Kementerian Perdagangan Indonesia.

Produk-produk yang sudah terlanjur dijual di situs tersebut dinyatakan bakal atau sudah dihapus oleh pihak Tokopedia.

“Sesuai pemberitahuan resmi dari Kementerian Perdagangan Indonesia, produk iPhone 6s, 6s Plus, 7 dan 7 Plus kami hapus demi kenyamanan & keamanan pelaku usaha,” tulis pihak Tokopedia dalam pengumuman resmi di aplikasi Android.

Tokopedia
Pengumuman di aplikasi Android Tokopedia

Kamis (10/11/2016) sore, KompasTekno sempat melakukan pencarian keempat seri smartphone bikinan Apple tersebut di Tokopedia. Hasilnya nihil.

Baca: Aturan TKDN Lambat, Importir Ketinggalan Tiga Seri iPhone

Keempat produk tersebut sudah tidak terlihat lagi di layanan e-commerce itu. Akan tetapi, masih bisa ditemukan berbagai aksesori terkait smartphone berbasis iOS tersebut, seperti casing, charger, hingga kabel Lightning.

CEO Tokopedia, William Tanuwijaya membenarkan penghentian penjualan keempat jenis iPhone “Black Market” itu di layanannya.

“Benar, ada surat dari Kemendag. Kami harap ini (surat) tidak tebang pilih,” kata William saat dihubungi KompasTekno.

Bagaimana dengan situs belanja lain di Indonesia? Menurut pengamatan KompasTekno dari situs jual beli online besar seperti Lazada, BukaLapak dan JD.ID, stok keempat iPhone BM itu masih tersedia.

Hingga saat ini, iPhone 6s, 6s Plus, 7, dan 7 Plus memang belum dijual secara resmi di Indonesia. Apple diketahui terkendala peraturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) bagi smartphone 4G LTE.

Untuk memasarkan smartphone 4G secara resmi di Indonesia, produsen smartphone memang harus mematuhi aturan TKDN, yang di tahun 2016 ini ditetapkan sebesar 20 persen.

Baca: Kemenperin Resmikan Aturan TKDN Ponsel 4G

Aturan tersebut akan semakin ketat di tahun depan. Vendor yang ingin berjualan ponsel 4G di Indonesia mesti memenuhi syarat TKDN 30 persen per 1 Januari 2017.

Google Larang Vendor Android Modifikasi “Quick Charging”

Google mengeluarkan aturan baru bagi para vendor pembuat smartphone berbasis Android. Dalam aturan baru tersebut, vendor dilarang untuk memodifikasi fitur pengisian daya cepat (quick-charging) pada Android dengan USB Type-C. Apa alasannya?

Quick charging merupakan fitur yang berguna untuk mengisi daya dalam durasi yang lebih cepat dibandingkan ponsel yang tidak dilengkapi kemampuan ini. Misalnya, bila biasanya mengisi daya butuh waktu hingga 3-4 jam, fitur ini membuat baterai ponsel terisi penuh dalam waktu 2-3 jam.

Beberapa vendor menggunakan fitur ini untuk memikat pengguna. Apalagi mengingat baterai ponsel masa kini sudah dirancang menyatu dengan bodi sehingga tidak mungkin mengganti dengan baterai cadangan ketika daya sudah habis.

Namun, teknologi quick charging ini tidak memiliki standar tunggal. Para produsen, seperti Qualcomm, Oppo, MediaTek, memiliki versi masing-masing, yang seringkali tidak cocok untuk dipakai bersamaan dengan metode Power Delivery standar untuk USB Type-C. Hal inilah yang dipermasalahkan oleh Google.

Oleh karena itu, sebagaimana dilansir KompasTekno dari Slashgear, Kamis (10/11/2016), Google melarang pemakaian metode quick charging yang tidak sesuai standar Power Delivery pada USB Type-C. Hal ini diungkap dalam dokumen Android Compatibility Definition yang baru dirilisnya.

“Pada USB-C, sangat disarankan agar tidak memasang metode pengisian daya yang memodifikasi Vbus hingga lebih tinggi dari voltase awal, juga tidak disarankan mengubah fungsi sink/source. Pasalnya, perubahan tersebut bisa menyebabkan masalah pada perangkat atau charger yang mendukung metode USB Power Delivery,” tulis Google.

“Meskipun kami menyatakan tindakan tersebut sangat tidak disarankan, tapi ada kemungkinan bahwa kami akan meminta seluruh Android USB Type-C untuk mendukung interoperabilitas dengan charger standar tipe C,” imbuhnya.

Para produsen, seperti Qualcomm dan MediaTek, belum menunjukkan sikap yang jelas terhadap larangan tersebut.

Dokumen Android Compatibility Definition sendiri merupakan rujukan dan syarat yang diminta agar perangkat genggam bisa berjalan menggunakan sistem operasi Android.

Meski ada syarat demikian, Android tetaplah sebuah platform open source. Artinya masih ada kesempatan untuk melakukan modifikasi dan sejenisnya, tanpa menghiraukan larangan tersebut.

Peta Jalan “E-commerce” Indonesia Diumumkan, Ini Poin-poinnya

Pemerintah akhirnya resmi merilis peta jalan e-commerce Indonesia. Peta jalan ini merupakan upaya untuk mendorong nilai dan kualitas perdagangan online di Tanah Air.

Peta jalan tersebut rencananya akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Presiden. Peraturan yang dimaksud saat ini belum diterbitkan. Namun pemerintah sudah mengumumkan delapan aspek yang tercakup di dalamnya.

Ke-delapan aspek peta jalan e-commerce itu adalah:

1. Pendanaan berupa: (1) KUR untuk tenant pengembang platform; (2) hibah untuk inkubator bisnis pendamping start-up; (3) dana USO untuk UMKM digital dan start-up e-commerce platform; (4) angel capital yang diperlukan ketika start-up masih merugi; (5) seed capital dari Bapak Angkat; dan (6) crowdfunding.

2. Perpajakan dalam bentuk: (1) pengurangan pajak bagi investor lokal yang investasi di start-up; (2) penyederhanaan izin/prosedur perpajakan bagi start-up e-commerce yang omzetnya di bawah Rp 4,8 Miliar/tahun; dan (3) persamaan perlakuan perpajakan sesama pengusaha e-commerce, baik asing maupun domestik.

3. Perlindungan Konsumen melalui: (1) harmonisasi regulasi menyangkut sertifikasi elektronik, proses akreditasi, kebijakan mekanisme pembayaran, perlindungan konsumen dan pelaku industri e-commerce, dan skema penyelesaian sengketa; dan (2) pengembangan national payment gateway secara bertahap.

4. Pendidikan dan SDM terdiri dari: (1) kampanye kesadaran e-commerce; (2) program inkubator nasional; (3) kurikulum e-commerce; dan (4) edukasi e-commerce kepada konsumen, pelaku, dan penegak hukum.

5. Logistik melalui: (1) pemanfaatan Sistem Logistik Nasional (Sislognas); (2) Revitalisasi, restrukturisasi dan modernisasi PT. Pos Indonesia (Persero) sebagai penyedia jasa pos nasional; (3) Pengembangan alih daya fasilitas logistik e-commerce dan (4) pengembangan logistik dari desa ke kota.

6. Infrastruktur komunikasi melalui pembangunan jaringan broadband.

7. Keamanan siber (cyber security) dengan menyusun model sistem pengawasan nasional dalam transaksi e-commerce dan mengembangkan kesadaran publik mengenai kejahatan dunia maya. Selain itu juga menyusun SOP terkait penyimpanan data konsumen dan sertifikasi keamanan data konsumen.

8. Pembentukan Manajemen Pelaksana yang secara sistematis dan terkoordinasi akan melakukan monitoring dan evaluasi implementasi peta jalan e-commerce.

Peta jalan e-commerce itu diumumkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dengan didampingin Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung, pada Kamis (11/10/2016), di Istana Kepresidenan.

Harapannya, peta jalan ini membantu terwujudnya 1.000 technopreneurs dengan valuasi bisnis 10 miliar dollar AS atau sekitar Rp 131,7 triliun, serta mendongkrak nilai e-commerce Indonesia agar mencapai 130 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.713 triliun pada 2020.

“Selama ini kita memang belum memiliki peta jalan pengembangan e-commerce nasional yang menjadi acuan pemangku kepentingan, di samping adanya berbagai peraturan atau ketentuan yang tidak mendorong tumbuh kembangnya e-commerce,” ujar Darmin melalui keterangan resminya kepada KompasTekno.

Trump Menang, Bos Apple Kirim Surat kepada Karyawan

Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) yang dimenangi oleh Donald Trump memecah masyarakat jadi dua kubu saling berlawanan.

CEO Apple Tim Cook pun merasa perlu mengirimkan surat imbauan kepada para karyawannya agar menjaga persatuan pasca-kemenangan Trump, seorang pengusaha sekaligus bintang reality show yang sebelumnya dikenal kurang disukai oleh kalangan industri teknologi di Silicon Valley.

“Kami punya tim karyawan dengan latar belakang beragam, termasuk para pendukung kedua kandidat (presiden). Tak peduli kandidat mana yang kami dukung sebagai individu, satu-satunya cara untuk maju adalah dengan maju bersama,” tulis Cook dalam suratnya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Buzzfeed, Kamis (10/11/2016).

Baca: Isi Memo CEO eBay kepada Karyawan Setelah Donald Trump Jadi Presiden

“Kalau Anda tak bisa terbang, maka larilah. Kalau tak bisa lari, jalanlah. Kalau tak bisa jalan, merangkaklah. Pokoknya apa pun yang bisa dilakukan untuk maju,” lanjut Cook, mengutip kata-kata Dr Martin Luther King, tokoh pergerakan kulit hitam di AS.

Cook tak menyebut nama Trump secara langsung, meskipun presiden terpilih itu berkali-kali menyinggung Apple selama kampanye.

Trump, antara lain, mengklaim bakal memboikot produk Apple karena tak mau membuka kunci iPhone milik teroris dan berniat memaksa pabrikan gadget itu memindahkan produksi perangkatnya dari China ke daratan AS.

Baca: Janji Kampanye Donald Trump, Menaikkan Harga iPhone

Cook sendiri dikenal dekat dengan rival Trump, Hillary Clinton, dari Partai Demokrat. Dia aktif berkampanye untuk Clinton, termasuk dengan menggalang dana dan berdiskusi bersama chairman kampanye Clinton, John Podesta.

Kemenangan Trump menimbulkan gelombang reaksi di Silicon Valley. Beberapa menyuarakan sikap keras, seperti venture capitalist Uber, Shervin Pishevar, yang menuntut kemerdekaan bagi negara bagian California lantaran tidak suka dengan Trump.

Baca: Trump Presiden AS, Silicon Valley Ingin Pisah dan Jadi Negara Sendiri

Akan halnya Cook, dalam suratnya yang diplomatis tersebut, sang Chief Executive menyarankan para pegawai supaya saling berkomunikasi apabila “merasa cemas”.

“Perusahaan kami terbuka untuk semua. Kami merayakan keberagaman tim kami di Amerika Serikat dan seluruh dunia, tak peduli seperti apa penampilan mereka, asal mereka, apa yang mereka sembah, atau siapa pun yang mereka cintai,” kata Cook.

Facebook Luncurkan Flash, Aplikasi Mirip Snapchat

Facebook diketahui seringkali meniru fitur-fitur Snapchat lewat aneka produknya, termasuk layanan pesan instan Messenger dan WhatsApp, serta layanan photo sharing Instagram.

Kali ini perusahaan jejaring sosial tersebut melancarkan upaya terbaru berupa aplikasi standalone bernama Flash.

Dirangkum KompasTekno dari Re/code, Kamis (10/11/2016), Flash adalah aplikasi untuk berkirim foto dan video dengan aneka filter wajah yang mirip dengan milik Snapchat.

Flash khusus dirancang supaya ringan dan ringkas. Ukuran file aplikasi ini, misalnya, diklaim “tak sampai 25 megabyte” atau hanya sepertiga ukuran aplikasi Android Snapchat saat terpasang di ponsel Google Pixel.

Ukuran file aplikasi bisa berbeda-beda besarnya, tergantung versi software dan jenis perangkat.

Karena ringan, Flash diharapkan bisa beroperasi dengan lancar di negara-negara berkembang seperti Indonesia, Brazil, atau India, di mana koneksi seluler sering kali berjalan lambat, sementara Wi-Fi hotspot tak selalu ada.

Facebook diduga sengaja mengincar pengguna gadget di negara-negara berkembang ini karena Snapchat belum memiliki posisi kuat. Snapchat sudah memiliki 60 juta pengguna aktif harian di dua negara maju Amerika Serikat dan Kanada.

Facebook rajin menjiplak fitur Snapchat setelah perusahaan startup itu menolak tawaran akuisisi senilai 3 miliar dollar dari Facebook, empat tahun lalu, dan ketika popularitas Snapchat berangsur naik.

Sebelumnya, Facebook pernah membuat tiruan Snapchat bernama Poke yang gagal di pasaran. Upaya terkini antara lain fitur Stories di Instagram dan fitur “Status” yang kabarnya bakal dimuat di WhatsApp.

Flash sendiri telah mulai meluncur di toko aplikasi Google Play Store untuk wilayah Brasil pada Selasa minggu ini. Facebook berencana menyediakan Flash di wilayah lain, tapi belum mengungkapkan negara mana saja yang diincar dan kapan waktu pastinya.

5 Isu yang Dihadapi Perusahaan Teknologi Setelah Trump Jadi Presiden

Donald Trump resmi terpilih sebagai Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) menggantikan Barack Obama setelah penghitungan suara Pemilu AS selesai dilakukan pada Rabu (9/11/2016) lalu.

Para pelaku industri teknologi di AS pun bereaksi atas kemenangan Trump, mengingat janji-janji yang dilontarkan Trump selama kampanye banyak yang memunculkan kontroversi dan perdebatan.

Baca: Trump Presiden AS, Silicon Valley Ingin Pisah dan Jadi Negara Sendiri

Isu-isu apa yang bisa berimbas ke Silicon Valley, jantung perusahaan-perusahaan teknologi top dunia, setelah Trump terpilih sebagai Presiden? Berikut rangkuman yang dibuat KompasTekno, seperti dilansir dari Silicon Beat, Kamis (10/11/2016).

1. Perdagangan

Selama kampanye sebagai kandidat presiden AS, Trump pernah mengatakan akan menghentikan komitmen Trans-Pacific Partnership (TPP). Padahal, komitmen tersebut didukung oleh para pelaku industri teknologi di AS, seperti Google, Facebook, Yahoo, Amazon, Twitter, Uber, dan eBay.

TPP adalah perjanjian kerja sama multinasional yang bertujuan memperluas penerapan undang-undang hak kekayaan intelektual (IP) dan mengatur ulang hukum internasional dalam upaya penegakannya.

Pada masa pemerintahan Obama, TPP sangat didukung, walau mendapat kritikan keras karena bisa memperlemah regulasi AS yang selama ini dinilai sudah menguntungkan warga AS dan melemahkan perusahaan asing.

Trump juga menulis di situs resminya soal rencana perdagangan yang akan diterapkannya. Salah satunya berbunyi “menginstruksikan US Trade Representative (perwakilan perdagangan AS) mengangkat kasus-kasus yang menentang China”.

Langkah itu disebut pelaku industri IT AS bisa merugikan perusahaan teknologi yang bisnis dan manufakturnya dilakukan di China, seperti Apple, Intel, HP, dan banyak lagi.

Baca: Serukan Boikot Apple, Donald Trump Ketahuan Pakai iPhone

2. Energi bersih

Trump menyebut isu perubahan iklim (climate change) adalah hoax atau kabar bohong semata yang diciptakan oleh China. Ia pun mengatakan pengeluaran negara untuk inisiasi terkait perubahan iklim adalah sia-sia dan berjanji akan menghapusnya.

Dengan menghapus insentif pemerintah untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri energi bersih, hal itu ditakutkan bisa memperlambat pertumbuhan dan inovasi.

Saham perusahaan-perusahaan pembuat mobil listrik, seperti Tesla dan SolarCity, menurun tajam pada hari pengumuman Trump menjadi presiden.

3. Repatriasi

Kebijakan pajak Trump masih dipertanyakan, terutama soal apakah kebijakan itu bisa menarik kembali investasi perusahaan-perusahaan teknologi yang selama ini diparkir di luar AS.

Pada tahun 2015 lalu, lembaga riset Moody’s menghitung setidaknya ada dana sebesar 1,2 triliun dollar AS milik perusahaan-perusahaan TI AS, seperti Apple, Microsoft, Alphabet/Google, Cisco, dan Oracle yang diparkir di luar negeri.

Trump juga berencana mengurangi pajak korporasi dari 35 persen menjadi 15 persen, ditambah potongan 10 persen yang berlaku sekali jika perusahaan itu mau membawa pulang profit yang ditumpuk di luar negeri kembali ke AS.

Jika perusahaan-perusahaan TI tersebut melakukan repatriasi, apa yang akan dilakukan dengan uangnya? Pilihannya antara lain untuk membayar utang, berinvestasi ke teknologi baru, atau mengakuisisi perusahaan lain.

Baca: Gerahnya Timeline Facebook Pasca-Donald Trump Jadi Presiden

4. Imigrasi

Trump sangat menentang isu imigran ilegal. Lalu, bagaimana dengan imigran-imigran di AS yang bekerja di perusahaan teknologi?

Saat ini, mereka memegang visa khusus, yakni visa H-1B yang banyak dipakai oleh karyawan-karyawan di perusahaan teknologi AS. Visa itu memungkinkan perusahaan AS mempekerjakan karyawan asing secara temporer atau dalam keahlian khusus.

Dalam kampanyenya, Trump sempat menyinggung soal visa H-1B ini.

“Saya akan menghentikan penggunaan (visa) H-1B selamanya karena ini seperti program buruh murah. Saya akan membuat persyaratan yang absolut untuk mempekerjakan buruh dari warga negara Amerika di setiap program visa dan imigrasi, tanpa terkecuali,” kata Trump.

5. Manufaktur

Trump dalam kampanyenya pernah mengatakan akan mengembalikan proses manufaktur ke AS. Secara spesifik, ia menyebut perusahaan teknologi Apple dalam kasus ini.

Trump secara gamblang meminta Apple untuk membuat komputer-komputernya (dan gadget lainnya) di dalam negeri. Seperti diketahui, walau sebagian produk Apple diproduksi di AS, ada juga sebagian yang diproduksi di luar negeri, seperti iPhone yang diproduksi China.

Situs resmi Trump tidak menjabarkan secara rinci, bagaimana caranya untuk membujuk perusahaan-perusahaan teknologi memproduksi produk-produknya di AS.